Archive for Oktober, 2006

aku tak perlu ingin karena Tuhan gembalaku

Oktober 22, 2006

Aku tak perlu ingin

* Mazmur 23
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Mazmur 23 adalah syair favorit sepanjang masa, cocok dibacakan di segala macam keadaan. Kita banyak mendengar pasal ini dibacakan di acara-acara kebaktian ucapan syukur, pindah rumah, persekutuan, perkawinan, bahkan di upacara penguburan orang mati. Salah satu episode terbaik film serial klasik “Little House on the Prairie” yang berjudul “The Lord Is My Shepherd”, Charles & Caroline Ingalls bergandeng tangan mengucapkan Mazmur 23 mencoba untuk tegar menghadapi kematian bayi laki-laki mereka. Mereka tidak membacakan doa mohon kekuatan, atau meminta suatu hal yang lain, tetapi didalam keadaannya yang sedang susah itu mereka mengingat-ingat bahwa TUHAN tetaplah gembala yang baik.

Daud menuliskan pengalaman pribadinya dengan TUHAN, dimana ia tergantung sepenuhnya pada TUHAN seperti domba pada gembala. Ia menulis ketenangan domba yang berbaring di rumput hijau, di tepi danau yang tenang, selamat didalam perlindungan, dan seterusnya. Apa yang ia tuliskan dalam seluruh pasal 23 ini dilatar-belakangi oleh pengalaman yang panjang hubungannya dengan TUHAN Sang Gembala yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan hidup dan yang melindunginya dari rasa takut dan bahaya.

Ayat 1 ditulis “YEHOVAH ROHI LO EKHSAR” (KJV, The LORD is my shepherd; I shall not want ; NIV, The LORD is my shepherd, I shall not be in want). Frasa ke-dua saya terjemahkan bebas “aku tak perlu ingin”. Betapa indahnya ketika kita ada didalam titik kedekatan dengan Allah, persis seperti yang Daud tulis dalam ayat 1 ini.

Tidaklah salah jika seorang mempunyai keinginan atau cita-cita, berdoa memohon kesuksesan, minta lulus ujian, minta pekerjaan, minta jodoh, minta keturunan, minta sembuh, minta rejeki, mohon pertolongan, minta rumah, minta apa saja. Apalagi ada ayatnya, bukan? (Reff. Matius 7:7; Lukas 11:9; Yohanes 15:7). Namun keinginan-keinginan yang diucapkan dalam doa itu berkaitan dengan “need & want”. Dan sering kita tidak menyadari bahwa “not everything we want is a need”, dan sering kita ragu akan keinginan dan kebutuhan : “do I really need this or do I just want it? “.

“Aku tak perlu ingin” adalah penyataan bahwa Daud telah mencapai titik kedekatan dengan Allah – sebegitu dekatnya – sehingga kita dapat menarik maknanya : “Therefore I shall not want any thing, I’m not not afraid of wanting any thing, because God is my Shepherd! “.

Mohon jangan disalah artikan, dalam tahap ini seseorang itu mencapai titik stagnan, skeptis, apatis atau sejenisnya. Namun di dalam tahap yang telah dialami oleh Daud ini, seorang tidak lagi “perlu ingin sesuatu” sebab apa yang diperlukan telah ia terima. “Aku tak perlu ingin” juga tidak bermakna bahwa kita akan menganggur saja, menunggu berkat brojol turun dari langit. Tetapi dalam tahap ini, apabila kita melakukan pekerjaan, kita mengerjakannya karena pekerjaan itu datang dari Allah, atau datang atas kehendak Allah, dan kita mengerjakannya dengan tanggung-jawab sebagai anak-anak Allah. Dan sepenuhnya kita akan melakukannya karena cinta kepada Allah, sebagai wujud terima-kasih dan syukur kepada Allah yang juga selalu bekerja. Kedekatan dalam tahap yang seperti Daud alami ini juga akan membawa kita pada suatu keadaan dimana kita tidak perlu kuatir akan kebutuhan, karena TUHAN Sang Gembala tahu apa yang kita butuhkan.

Iklan

Hello world!

Oktober 19, 2006

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!